Mayor Jenderal HA Thalib tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sungaipenuh saja, ia merupakan jenderal pertama yang lahir dari bumi Sepucuk Jambi Sembilah Lurah.
Dimasa perjuangan menghadapi Belanda, HA Thalib pernah ditembak sehingga sebuah lubang peluru bersarang di salah satu paha jenderal. Meski ia masih bisa diselamatkan.
HA Thalib merupakan mantan duta besar Indonesia yang berkuasa penuh untuk negara Malaysia dan mantan atase militer untuk Negara India dan Burma. Atas perjuangannya, berbagai tanda kehormatan pun disematkan oleh pemerintah Indonesia.
Namun nama besar itu seperti tak berlaku di kampung halamannya sendiri. Bahkan monument setengah dada yang semula diharapkan sebagai simbol perjuangan rakyat dan simbol kebanggaan masyarakatnya kini tak terurus.
Muhammad Sanusi, anggota DPRD Kota Sungaipenuh menyayangkan minimnya apresiasi terhadap pejuang HA Thalib.
Menurutnya, Dewan pernah meminta agar Pemkot untuk menata kawasan yang semula diperuntukan untuk kawasan hijau dan kawasan parkir di depan Kincai Plaza yang juga terdapat monumen patung setengah dada Mayjen HA Thalib.
"Setahu saya monumen Jenderal HA Thalib dibangun dimasa Bupati Kerinci dijabat oleh H Fauzi Siin, maksud beliau membangun monumen ini tidak lain sebagai salah satu cara untuk menghargai pejuang sekaligus untuk mewarisi nilai nilai perjuangan kepada generasi muda, disamping itu lokasi ini juga dimanfaatkan untuk lokasi parkir dan ruang terbuka,” ujar Sanusi usai upacara 17 Agustus baru ini.
sumber: jambi update





