Showing posts with label nasional. Show all posts
Showing posts with label nasional. Show all posts

30 Kali Perkosa Anak Kandung


PONTIANAK – HM adalah sosok ayah yang terkutuk. Pria 42 itu tega berulang kali memerkosa sang anak kandung Bunga (bukan nama sebenarnya). Akibatnya, Bunga yang masih duduk di bangku SMA hamil tujuh bulan.

Aksi biadab HM terbongkar setelah Bunga melapor ke pihak berwajib. "Pelaku diamankan berdasarkan laporan polisi LP/1340/V/2016/Kalbar/Resta PTK Kota/Sek. Ambawang, tanggal 1 Mei 2016," ujar PJs Kabid Humas Polda Kalbar Badarudin kemarin.

Berdasarkan pengakuan Bunga, HM kali pertama melakukan perbuatan bejat itu pada 7 Agustus 2015 lalu. Saat itu, Bunga sedang tertidur. HM kemudian membangunkannya dengan cara kasar.

Setelah itu, HM langsung melancarkan perbuatan terkutuknya. "Berdasarkan keterangan perbuatan ini dilakukan lebih dari 30 kali. Bahkan setiap bulan 3-4 kali. Saat ini korban hamil tujuh bulan," kata Badarudin.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 285 dan atau pasal 286 KUHP dan Undang Undang tentang Perlindungan Anak.

Share:

4 Perubahan Vagina Saat Bercinta


Jakarta Tak banyak wanita yang mengetahui, vagina akan mengalami perubahan saat berhubungan seks. Melansir Prevention, Rabu (4/5/2016) ada 4 perubahan yang terjadi pada vagina usai berhubungan seks, diantaranya:

1. Saat bercinta, otak akan membuat rangsangan sehingga pembuluh darah melebar dan darah mengalir deras. Dengan meningkatnya aliran darah tersebut vagina akan tersekresi dan pelumas alami yang terdiri dari protein dan asam amino keluar. Kondisi ini membuat ribuan ujung saraf di daerah vagina menjadi sensitif.

2. Bercinta akan membuat jaringan klitoris membengkak dan kaku. Saat wanita merasa terangsang, klitoris akan membesar tiga kali lipat. Dibutuhkan waktu beberapa menit untuk mengembalikan ukuran normal klitoris usai bercinta.

3. Saat tersentuh penis, saraf-saraf disekitar organ reproduksi akan turut terangsang. Serviks pun akan menjadi lebih lembut. Kondisi ini juga akan terjadi ketika foreplay.

4. Sekitar 10 persen wanita akan mengalami kontraksi otot dasar panggul selama orgasme. Wanita akan mengalami ejakulasi, keluarnya cairan bening dari uretra. Cairan ini memiliki kandungan kimia yang sama dengan air mani yaitu fortase asam prostat.

source: liputan6
Share:

5 Alasan Pasutri Sulit Punya Anak


Jakarta Kehadiran buah hati dalam suatu pernikahan tentu akan menjadi pelengkap dalam kehidupan rumah tangga. Namun tak semua pasangan bisa memiliki anak karena beberapa faktor.

Selain menunda kehamilan, faktor usia dan lingkungan ternyata memengaruhi pasutri untuk memiliki momongan. Berikut ini dr. Irsal Yan, SpOG dari Klinik Fertilitas Teratai menyampaikan beberapa alasan pasangan yang sulit memiliki anak, seperti:

1. Kesuburan

Masalah kesuburan ini sangat kompleks. Sebab masalahnya ternyata bukan hanya dari wanita melainkan dari sperma pria juga.

Berdasarkan data, infertilitas karena faktor istri mencakup 45 persen. Masalahnya bisa terdapat pada saluran telur (40 persen), ovulasi (15-25 persen), periterium atau endometriosis (25 persen), mulut rahim (5 persen) dan rahim (5 persen).

Sedangkan faktor suami sekitar 40 persen. Masalahnya kemungkinan berasal dari pengeluaran sperma (3 persen), kelainan produksi dan pematangan sperma, penyempitan saluran mani karena infeksi bawaan (6 persen), faktor imunologik atau antibodi, antisperma (2,9 persen) serta faktor gizi. Sisanya 10-15 persen merupakan faktor-faktor yang tidak terjelaskan.

2. Usia

Menunda kehamilan bisa menjadi faktor sulitnya wanita mendapatkan keturunan. Sebab menurut Irsal, pasutri lebih banyak berpikir masa depan anak ketimbang sistem reproduksi yang makin melemah seiring usia.

"Makin lama, pasangan itu berpikir punya anak nanti saja setelah punya rumah, mobil dan sebagainya. Padahal usia wanita 35 tahun ke atas, sistem reproduksi melemah," kata Irsal.

Dokter spesialis kandungan lain, dr Indra NC Anwar, SpOG mengibaratkan wanita seperti halnya sebuah rumah. Dia membawa gudang atau rahim yang dapat menyimpan calon buah hati.

"Secara kesuburan, wanita memiliki batasan sampai usia 35 tahun. Setelah itu kualitas reproduksi menurun karena dia sudah membawa gudang terlalu lama tidak digunakan. Di atas 45 tahun, cadangan telur juga berkurang," katanya.

3. Riwayat penyakit sebelumnya

Dalam pemeriksaan kesuburan, Irsal juga mengutamakan pengecekan riwayat penyakit pasien sebelumnya. Karena menurutnya, operasi seperti miom misalnya, dapat memengaruhi telur pada wanita.

4. Lingkungan

Faktor lingkungan juga memengaruhi kesuburan pasutri. Ditambah lagi, polusi udara yang semakin tinggi membuat pasangan di kota khususnya kesulitan memiliki anak. Selain itu faktor makanan juga memengaruhi kesuburan. "Jauhi fast food," kata Irsal.

5. Stres

Ya, faktor psikologis juga memengaruhi kesuburan. Menurut Irsal, data menunjukkan, keberhasilan bayi tabung mencapai 36 persen. Sedangkan bila pasangan stres yang tinggi menyebabkan tingkat keberhasilannya menurun sampai 19 persen.

source: liputan6
Share:

Harga Rokok di Indonesia Paling Murah Sedunia


Jakarta Sebuah survei yang dilakukan Deutsche Bank 2015 mengungkap fakta menarik. Harga rokok di Indonesia diklaim paling murah sedunia atau sekitar Rp 17 ribu per bungkus. Sedangkan di Australia mencapai Rp 423 ribu per bungkus

Seperti dilansir Dailymail, Kamis (5/5/2016), Australia belum lama ini menaikkan pajak rokok. Harganya melambung bahkan lebih mahal ketimbang Inggris seharga Rp 177 ribu per bungkus atau Amerika Rp 172 ribu per bungkus.

Meski memicu kemarahan sejumlah perokok di negara Kanguru ini, namun hal ini disambut baik oleh pakar kesehatan masyarakat Prof Simon Chapman. Dia setuju harga rokok tinggi.

Jakarta Sebuah survei yang dilakukan Deutsche Bank 2015 mengungkap fakta menarik. Harga rokok di Indonesia diklaim paling murah sedunia atau sekitar Rp 17 ribu per bungkus. Sedangkan di Australia mencapai Rp 423 ribu per bungkus

Seperti dilansir Dailymail, Kamis (5/5/2016), Australia belum lama ini menaikkan pajak rokok. Harganya melambung bahkan lebih mahal ketimbang Inggris seharga Rp 177 ribu per bungkus atau Amerika Rp 172 ribu per bungkus.

Meski memicu kemarahan sejumlah perokok di negara Kanguru ini, namun hal ini disambut baik oleh pakar kesehatan masyarakat Prof Simon Chapman. Dia setuju harga rokok tinggi.

sumber: liputan6.com
Share:

Ini tanggal tayang ada apa dengan cinta 2 malaysia brunei dan indonesia


Film Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC? 2) tak hanya akan dirilis di Tanah Air pada 28 April 2016 mendatang, tetapi juga di Malaysia dan Brunei Darussalam.

"Di Brunei dan Malaysia sama Indonesia. Di Kuala Lumpur kami juga akan bikin gala premier tanggal 26. Tiga negara," ucap produser AADC? 2, Mira Lesmana, di Greenhost Boutique Hotel, Yogyakarta, Jumat (22/4/2016).

Istri aktor senior Mathias Muchus ini mengatakan, ide untuk menayangkan sekuel AADC? di dua negara itu bermula pada tahun lalu.

Ketika itu, usai mengumumkan film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra tersebut bakal dibuat yang kedua tepat hari Film Nasional, penggemar dari Malaysia dan Brunei bermunculan di media sosial.

"Dan (mereka) berharap, kalau sampai tidak ada di negara mereka, mereka akan travel ke Indonesia. Setelah saya pikir-pikir why not kami putar saja serentak 28 April 2016 untuk umum," tuturnya.

"Di Kuala Lumpur kami juga adakan gala premier tanggal 26 April," tambah Mira.

Share:

WASPADA! Penembak Misterius ‘Gentayangan’ di Magelang, Kaum Hawa Sasarannya


Aksi teror penembak misterius terjadi di kawasan Pecinan yang berada di Jalan Pemuda, Magelang. Dalam menjalankan aksi terornya, penembak misterius itu diduga menggunakan senapan angin. Teror yang dilakukan oleh pelaku yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya tersebut berlangsung berurutan sejak awal bulan April hingga Rabu (20/4/2016) malam kemarin. Dilaporkan sedikitnya 7 orang wanita menjadi korban penembak misterius itu. Meski tidak ada nyawa yang melayang, kebanyakan korban penembak misterius tersebut mengalami luka serta trauma.


Korban pertama dari penembak misterius tersebut adalah Agustri Purnami, wanita berusia 28 tahun warga Dusun Tegal, Rejopanjang, Ambarawa yang berkerja sebagai karyawan sebuah apotek. Selesai menutup apotek, Agustri bermaksud pulang menuju rumah kost yang berada di wilayah Bogeman, Kota Magelang. Namun secara tiba-tiba, ia dikagetkan dengan suara letusan.

Beberapa saat setelah terdengarnya letusan tadi, Agustri merasakan nyeri pada pinggang sebelah kiri, setelah dilihat ternyata ia mengalami luka memar. Sesampainya di kostan, ia diberitahu oleh si pemilik kostan kalau dirinya mengalami luka tembak. Beruntung setelah dibawa ke RSUD Tidar dan melakukan rongent, tidak ada peluru yang bersarang pada pinggangnya.

Tidak hanya Agustri saja, lima orang wanita lainnya juga dikabarkan mengalami kejadian yang sama. Korban pun bertambah menjadi tujuh orang manakala seorang perempuan muda berusia 17 tahun, Imanuela Indah Woro, warga Gang Langgar No 2, Kelurahan Kemirirejo, Kota Magelang melapor ke Mapolsek Magelang Tengah. Pihak kepolisian pun semakin mengintensifkan perburuan terhadap pelaku yang meresahkan warga tersebut. “Saat itu saya hendak menyebrang untuk membeli pulsa, namun tiba-tiba terdengar letusan dan betis kiri saya terasa sakit,” terang Woro, usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Magelang Tengah, Jum’at (22/4/2016).

Terkait ulah penembak misterius tersebut, Polres Magelang Kota yang terus melakukan penyelidikan telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. “Olah TKP sudah kami lakukan. Hampir semuanya aksi penembakan tersebut dilakukan pada malam hari dan menyasar kawasan sepanjang Jalan Pemuda,” tutur AKBP Edi Purwanto, Kapolres Magelang.

Untuk menangani kasus penembakan misterius ini, pihak Polres Magelang sendiri telah menerjunkan personel intel dan resmob guna mengungkap pelaku penembakan misterius sebenarnya. “Korbannya kebanyakan wanita. Akan kami selidiki apakah pelakunya mengalami gangguan kejiwaaan atau juga stress,” ujarnya.

Share:

Banjir Jakarta Bikin Ahok Meradang


Tak hanya Bekasi saja yang dilanda Banjir. Guyuran hujan deras yang melanda Jakarta pun membuat sejumlah kawasan tergenang banjir. Banjir Jakarta ini pun berimbas terhadap macetnya beberapa ruas jalan di Ibu Kota.

Terkait banjir Jakarta ini, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta berujar bahwa banjir akan terjadi bila hujan turun bersamaan dengan pasangnya air laut. Kenapa banjir dan genangan terjadi, kata Ahok, ini terjadi karena belum siapnya tanggul setinggi 3,8 meter yang ada di pantai utara Jakarta. “Saya kan sudah bilang, kalau hujannya bersamaan dengan pasangnya air laut, Jakarta akan tergenang. Oleh karenanya kita akan mempersiapkan tanggul yang tinggi,” ujarnya.

Banjir Jakarta ini membuat Ahok merasa heran, apalagi seharusnya beberapa tempat tidak harus ikut tergenang banjir. Ahok pun menyalahkan bawahannya terkait penanganan banjir Jakarta kali ini. Mulai dari Walikota Jakarta Utara, Walikota Jakarta Pusat, Dinas Tata Air hingga petugas rumah pompa kemudian dikumpulkan oleh Ahok. “Semuanya saya panggul biar semuanya tahu saya marah,” ucapnya.

Dikatakan oleh Ahok, dirinya berang saat mengetahui kalau banjir yang terjadi di Pademangan Jakarta Utara terjadi bukan karena pasangnya air laut melainkan karena pompa yang dimatikan. Ahok menduga bila selama ini bawahannya kerap membuat laporan yang tidak sesuai.

Menghadap banjir Jakarta, sikap berbeda diperlihatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Berbeda dengan Ahok yang melontarkan kesalahan pada bawahannya, Djarot meminta semua pihak agar tidak saling menyalahkan, termasuk menyalahkan Pemprov DKI Jakarta yang selama ini telah berupaya semaksimal mungkin
untuk mengatasi banjir. Menurut Djarot, Jum’at (22/4/2016), saat musim hujan tiba warga harus bersiap menghadapi banjir. Perrmasalahan banjir Jakarta ini, ujar Djarot, baiknya diselesaikan bersama-sama.

Memang sekarang musim penghujan, kita dapat anugerah kiriman banjir dengan meluapnya Kali Cipinang. Untuk itu saya minta semua tidak saling menyalahkan, mencaci maki dan mencari kambing hitam. Karena kita semua bertanggung jawab.

Share:

Lapas Banceuy Rusuh dan Terbakar, Ini Pemicunya


Lapas Banceuy dilanda kerusuhan. Dalam kerusuhan tersebut ratusan warga binaan dilaporkan merusak kendaraan lapas dan membakar gedung Lapas Banceuy. Tak kurang dari 25 orang terluka dalam insiden kerusuhan tersebut. Kerusuhan yang terjadi di Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat, diawali dengan ditemukannya seorang warga binaan bernama Endang Kosim dalam keadaan gantung diri, Sabtu (23/4/2016) dini hari tadi.


Peristiwa tersebut memunculkan tudingan bahwa Endang telah dianiaya oleh petugas lapas. Selain baku pukul dengan petugas, napi yang berjumlah sekitar 300 hingga 400 orang tersebut juga ikut merusak gedung dan membakarnya. Sedikitnya 8 unit mobil pemadamkan diterjunkan untuk memadamkan kobaran api di Lapas Banceuy. Tak ketinggalan puluhan personil dari kepolisian pun ikut berjaga di seputaran lapas. “Para yang melakukan kerusuhan tersebut menyangka bahwa napi itu (Endang) tewas karena disiksa, padahal ia meninggal karena gantung diri. Mungkin ada yang memprovokasi,” ucap Kepala Lapas Banceuy, Agus Irianto.

Usai kerusuhan yang berakhir dengan pembakaran Lapas Banceuy tersebut, beberapa warga binaan nampaknya masih menyimpan amarah, wajah emosi dari warga binaan masih terlihat ketika puluhan personel dari Brimob Polda Jawa Barat berjaga-jaga, teriakan para warga binaan terdengar di Blok B Lapas Banceuy. “Bukan gantung diri, tapi dibunuh,” ujar salah satu napi.

Terkait insiden tersebut, Polrestabes Bandung telah meminta keterangan dari 4 petugas pengamanan Lapas Banceuy dan 7 orang warga binaan lapas. “Tujuh napi kita amankan. Kepala Pengamanan Lapas dan 3 orang sipir juga kami mintai keterangan,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, Ajun Komisaris Besar M. Ngajib.

Terkait kematian Endang, kata Ngajib, polisi akan melakukan penyelidikan adanya dugaan penganiayaan terhadap tahanan tersebut. Untuk saat ini, tewasnya Undang di sel isolasi diakibatkan gantung diri. “Kami akan menyelidiki kasus ini,” kata Ngajib.

Share:

Tak Manusiawi, Usai Dibunuh Beruk Ini Malah Diolok-olok di Facebook


Kondisinya sungguh mengenaskan, tangan dan kakinya diikat lalu digantung pada sebatang kayu pada jok motor. Meski sudah tak bernyawa, perlakuan tak manusiawi masih didapatkannnya, sebatang rokok diselipkan pada mulut dua ekor beruk (Macaca nemestrina) tersebut.

Lalu foto tewasnya beruk tersebut diunggah di Facekbook dan menjadi bahan olokan pelaku, begitulah kira-kira kondisi mengenaskan dua ekor beruk yang tergambar secara viral dalam sebuah akun media sosial Facebook. Foto dibunuhnya beruk tersebut hingga kemudian diperlakukan tidak layak menuai kecaman dan reaksi keras dari para netizen, terutama netizen yang berada di Kalimantan Barat usai foto tersebut dibagikan. “Berok pun pandai merokok,” demikian kalimat yang tertera pada unggahan sebuah akun bernama Rama Dhan, Rabu (20/4/2016) kemarin.

BKSDA Kalimantan Barat tidak tinggal diam dengan terjadinya kasus tersebut. Dari hasil penelusuran, diketahui foto tersebut diunggah oleh warga Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, bernama Adul. Pelaku kemudian didatangi oleh piha BKSDA Kalimantan Barat bersama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas setelah laporan dan lokasinya diperoleh.

“Pelaku sudah ditegur dan dibina lantaran mengunggah foto tersebut, apalagi pelaku telah memperlakukan hewan tersebut secara tidak layak,” kata Kepala BKSDA Kalbar, Sustyo Iriono, Sabtu (23/4/2016) malam.

“Beberapa hari terakhir ini ulah pelaku memang telah membuat warga, khususnya pengguna media sosial di Kalimantan Barat resah dan jengkel,” lanjutnya.

Meski bukanlah satwa yang dilindungi, ucap Sustyo, keberadaan beruk saat ini sudah semakin langka. “Oleh karenanya, segala bentuk perburuan ilegal terhadap satwa liar maupun ataupun kepemilikan satwa liar yang dilindungi hanya untuk kesenangan semata harus dihentikan,” tukasnya.

Share:

Loh, Sejak Nikah tak Pernah Dijamah


LAMPUNG – Tidak betah karena tidak pernah dijamah, Sr (22) menggugat cerai suaminya, Rd (25), di Pengadilan Agama Tanjungkarang, Bandarlampung.

Sr meminta cerai lantaran tidak mendapatkan nafkah batin sejak dinikahi Rd pada Oktober tahun lalu. Sr yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu mengaku, sikap suami selalu dingin terhadapnya.

Menurut versi Sr seperti disampaikan salah satu pegawai pengadilan, sang suami dikenal sebagai sosok pendakwah. Dia pendiam, rajin, dan penurut. Mereka menikah lantaran perjodohan yang “dicomblangi” masing-masing orang tua.

“Dalam kasus perceraian ini, sempat terucap dari bibir Rd tentang alasannya tidak mau menyentuh istrinya itu, karena dinilai berzina. Karena sang istri nggak suka, nggak cinta sama si Rd. Jadi Rd merasa kalau mau menyentuh istrinya itu zina karena istri nggak suka dan nggak ikhlas dipegang-pegang dia,” jelasnya.

Lantaran sudah sempat mendengar alasan Rd, maka pengadilan menyarankan keduanya bermediasi. Tapi hal tersebut ditolak Sr. Kini, Sr dan Rd masih tinggal dalam satu atap karena menghindari kabar perceraian sampai ke telinga kedua orang tua masing-masing.

“Sempat ditanya waktu lagi sidang itu, mereka bilang orang tua belum dikasih tahu. Mereka juga masih tinggal satu rumah di kontrakan mereka di Rajabasa,” akunya.
Share:

Jual Ganja Dapat Layanan S*ks


JAYAPURA - Komisi Penanggulangan AIDS Nasional di Papua dan Papua Barat memiliki hasil penelitian yang sangat memprihatinkan. Dalam pemaparannya di kantor KPA, Jayapura, Kamis (21/4), disinyalir terjadi barter ganja dengan pelayanan seks.

Anggota Tim Gabungan KPA Nasional, Nikodemus Freddy dari Yayasan Kerti Praja Bali mengatakan, barter ganja antara pembawa ganja dari Papua New Guinea (PNG) dengan pelayanan seks, diketahui dari responden di Kota Jayapura. “Itu hanya satu respons yang kami tanya dan hanya di Kota Jayapura, di daerah lain belum ditemukan,” kata Nikodemus, seperti dikutip dari Cenderawasih Pos, Jumat (22/4).

Untuk informasi terkait HIV-AIDS, Freddy mengakui informasi yang diterima masyarakat di Papua jauh lebih banyak dibanding di daerah lain di Pulau Jawa. Namun sayangnya, meskipun informasi yang diterima masyarakat sudah banyak, tetapi kasus HIV-AIDS di Papua terus naik.

Dr. Ayu dari Universitas Udayana mengatakan, tim yang ditugaskan oleh KPA Nasional yaitu untuk melakukan studi pendahuluan terkait pekerja s*ks jalanan (PSK) dan pria yang berhubungan se*s dengan pria atau lelaki s*ks lelaki (LSL).

“Fenomena yang kami temukan di sini sangat menarik bila dibandingkan dengan fenomena di Bali. Terutama menyangkut penggunaan minol dan narkoba pada PSJ dan LSL yang masih sangat tertutup,” tuturnya.

Menanggapi hasil penelitian ini, Sekretaris KPA Kota Jayapura, Binton Nainggolan mengaku prihatin dengan temuan-temuan dari Tim Gabungan yang ditugaskan KPA Nasional. Dari pemaparan yang disampaikan, Binton menyebutkan ada dua fenomena yang sangat memprihatinkan yang ditemukan oleh tim gabungan.

“Fenomena yang sangat memprihatinkan, ganja dibarter dengan seks. Fenomena kedua yaitu prilaku LSL ternyata bukan hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi sudah masuk di kabupaten dan kota di Papua. Ini fenomena yang sangat mengejutkan,” ucap Binton dengan nada prihatin.

source: metro sakti
Share:

Rekrutmen CPNS, Usulan Formasi Pemerintah Daerah Umumya Sudah Komplit


JAKARTA - Usulan formasi CPNS baru 2016 dilakukan dengan sistem online. Untuk level pemerintah provinsi (pemprov) usulan formasi CPNS baru umumnya sudah komplet.

Di antara yang sudah 100 persen adalah Pemprov Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk level pemerintah kota dan kabupaten, juga tidak ada masalah. Di Jawa Timur, hanya Kab. Jember dan Kab. Probolinggo yang belum komplet usulan CPNS barunya. Jember masih 78 persen dan Probolinggo 89 persen.

Anggota Komisi II DPR Arteria Dahlan mengatakan, rekrutmen CPNS baru 2016 diharapkan tetap memberikan kesempatan untuk menuntaskan masalah pengangkatan tenaga honorer. Apalagi, menurut legislator PDIP itu, dalam penjaringan pengangkatan honorer 2013 lalu, banyak kursi yang kosong karena diisi honorer siluman.

source
Share:

Heboh!! Siswi "Tanpa Kepala" Ini Santai Berjalan di Sekolah

aneh
Pengguna sosial media sosial kembali dibikin heoh dengan sebuah foto yang meperlihatkan sosok tanpa kepala mengenakan seragam sekolah di Filipina.

Foto yang diunggah oleh pemilik akun Instagram bernama Isabelino Ako tersebut memperlihatkan suasana di sebuah sekolah.

Dalam foto tersebut sejumlah siswa tengah beraktivitas di sekolah mereka Ada yang tengah tertawa sambil memegang ponselnya seperti tengah memfoto sesuatu.

Sementara yang lain tengah berbincang sesama mereka baik yang berada di lantai atas gedung sekolah dan di lapangan sekolah.

Namun, objek yang menjadi perhatian adalah sosok seorang siswi tanpa kepala yang tengah berjalan lengkap dengan seragam sekolah.

Sontak saja foto tersebut menjadi perbicangan netizen ada yang mempercayai namun ada juga yang menilai kalau foto tersebut hasil editan.

"Ih ngeri yaa, kayaknya itu beneran deh,"ungkap seorang netizen.

"Ah, palingan itu hasil editan, mau cari sensasi,tulis netizen lainnya.

Kejadian semacam ini bukanlah yang pertama kali, beberapa waktu lalu foto duo orang siswi di Filipina juga menjadi perbicangan.

Karena tepat di belakang duo orang siswi tersebut muncul sosok wanita mengerikan seperti kuntilanak.


source
Share:

Subhanallah, Makam ''GUS DUR'' Ambles Saat Hujan Deras dan Kain Kafannya


Lukman Hakim, salah seorang pengurus Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur membenarkan peristiwa amblesnya makam mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Walau keluarga Gus Dur di Jakarta baru mendapat kabar hari ini, momen itu sebetulnya terjadi pada Selasa lantas.

" Yang saya ketahui, itu berlangsung Selasa tempo hari, 15 Februari 2011 sekitar jam 03. 00 WIB waktu Maulid Nabi Muhammad SAW, " kata Lukman Hakim

Saat itu peziarah membludak serta hujan turun cukup deras.

Menurut dia, amblesnya makam Gus Dur itu cukup dalam. Berapa kedalamannya? " Bila diurug (ditutup) kira-kira membutuhkan tiga karung tanah, " kata Lukman.

Saat ini, lanjut dia, sedang dilakukan perbaikan di makam Gus Dur. Kondisi makam Gus Dur ada di komplek pondok pesantren dengan permukaan paving blok.

Lukman juga mendapat berita bahwa waktu ambles itu, kain kafan Gus Dur terlihat begitu bersih seperti baru. " Saya dengar dari mereka yang berziarah menjelang peringatan Maulid, " tutur dia.

Sementara adik kandung Gus Dur, Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah mengakui baru mendengar kabar itu kemarin. " Saya jadi baru dengar tempo hari. Bila, ditanya ambles atau kain kafannya masih utuh, ya simak saja sendiri. Saya masih di Jakarta ini, " tegas Gus Sholah.
Wallahu alam.....

Semoga bermanfaat, bagikan info ini agar kita bisa mengambil hikmah ya

source
Share:

18 Tentara Tewas dalam Pertempuran hebat

photo hanya ilustrasi
Militer Filipina menyebutkan, setidaknya 18 tentara tewas dalam sebuah pertempuran sengit dengan kelompok militan di selatan negara itu. Selain itu, ada 50 tentara lainnya terluka dalam kontak senjata Sabtu, 9 April 2016, di Pulau Basilan.

Sementara itu, dari kelompok militan, dilaporkan lima orang tewas.

Militer Filipina dilaporkan sedang memburu pimpinan Abu Sayyaf yang telah menyatakan sumpahnya untuk bergabung dengan kelompok ISIS. Di mana pemerintah Amerika Serikat menawarkan imbalan sebesar US$5 juta untuk informasi yang mengarahkan pada penangkapan Isnilon Hapilon.

Setidaknya empat tentara dikabarkan dipenggal kepalanya, dalam pertempuran melawan 100 anggota Abu Sayyaf. Ungkap juru bicara komando militer setempat.

"Kelompok kami (tentara Filipina) sedang mengarah untuk menyerang mereka (Abu Sayyaf). Di tengah jalan, mereka disergap," ujar Kolonel Benedict Manquiquis, juru bicara pasukan militer Filipina yang terlibat dalam pertempuran, kepada radio DZRH sebagaimana dikutip dariBBC, Minggu, 10 April 2016.

"Pasukan lawan berada pada posisi yang lebih tinggi, sehingga ke mana pun pasukan kami berlindung, mereka tetap kena oleh tembakan senjata api dan bom rakitan," tuturnya.

Saat ini, masih ada 18 orang yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, termasuk di antaranya 10 warga negara Indonesia, dua warga Kanada, dan seorang Norwegia.

vivanews
Share:

Indonesia Berduka, Dua Kepala Daerah Mendadak Berpulang

photo hanya ilustrasi
PALMERAH -- Dua hari berturut-turut Indonesia kehilangan kepala daerah, secara mendadak.

Hari Kamis (7/4/2016), secara mengejutkan Bupati Kuningan, Hj Utje CH Hamid Suganda (63) meninggal mendadak karena serangan jantung.

Hari Jumat (8/4/2016), Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H Muhammad Sani tiba-tiba jatuh sakit usai rapat bersama kepala daerah lain se-Indonesia di Istana Negara.

Berselang hitungan jam, M Sani yang dibawa ke RS Abdi Waluyo Menteng, Jakarta Pusat dikabarkan meninggal dunia.

"Inna lillahi waina ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmathullah Bapak HM Sani, Gubernur Kepri, tadi pukul 15.00 WIB di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta," ungkap Heri Mokhrial, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Kepri.

Sani lahir di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, pada 11 Mei 1942.

Ia tercatat sebagai Gubernur Kepri periode 2010-2015 dan 2016-2021. Sani terpilih sebagai gubernur menggantikan Ismeth Abdullah pada 2010.

Di Jakarta, Sani, bersama kepala daerah lainnya, sempat mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat pagi.

Bupati Kuningan

Sementara itu, Bupati Kuningan Hj Utje CH Hamid Suganda (63) meninggal dunia karena terkena serangan jantung.

Hj Utje sempat dibawa ke Rumah Sakit 45 Kuningan.

Utje Hamid Suganda yang lahir di Bogor, Jawa Barat, 17 April 1952, merupakan Bupati Kabupaten Kuningan periode 2013-2018.

Utje adalah istri dari Mantan Bupati Kabupaten Kuningan dua periode sebelumnya, Aang Hamid Suganda.

Dalam Pilkada 2013, ia menggandeng pasangannya yakni H Acep Purnama. Pendidikan yang pernah diraih oleh Utje Hamid Suganda adalah S1 STIA Bagasasi Bandung, Lulus Tahun 2008.

Bupati Utje CH Hamid Suganda dikabarkan pingsan di pangkuan suaminya, Aang Hamid Suganda seusai mengikuti rapat.

Dari informasi yang diterima Tribun, setelah memimpin rapat sekitar pukul 15.00 WIB, Utje mengeluh sakit pinggang lalu menuju pendopo Kuningan.

Setelah pingsan di pangkuan suaminya, Utje dibawa ke RSUD 45 Kuningan, dan tak lama dinyatakan meninggal dunia. Rencananya, almarhumah akan disemayamkan esok, Jumat (8/4/2016).

Utje Ch Hamid Suganda dan Acep Purnama resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2013-2018, setelah keduanya dilantik Presiden RI yang diwakili Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Rabu (4/12/2013).

Utje menggantikan suami, Aang Hamid Suganda yang sebelumnya menjabat Bupati Kuningan selama dua periode berturut-turut. Sementara Acep menggantikan Momon Rochmana yang pada 2008-2013 menjabat Wakil Bupati Kuningan.

Pelantikan dan pengucapan sumpah dilakukan dalam sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Kuningan pukul 14.00.

Selain Gubernur Jabar, hadir pula sejumlah pejabat seperti Wakil Ketua DPRD Jabar, Rudi Harsa, anggota DPR RI Dapil Jabar X, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, Bupati dan Wali Kota se-Wilayah III Cirebon serta para Bupati daerah perbatasan.

Sementara itu, ketika serah terima jabatan dari Aang kepada Utje, seperti serah terima tugas dari suami kepada istri. Utje mencium tangan Aang, seperti bentuk penghormatan seorang istri terhadap suami.

Utje dan Acep dinyatakan sebagai Bupati terpilih setelah MK menolak gugatan sengketa Pilbup Kuningan yang diajukan pasangan Momon Rochmana-Mamat Robby Suganda dan Zaenal Mustapa-Cartam Sulaeman.

Sementara berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara yang digelar KPU Kabupaten Kuningan, pasangan Utje-Acep meraih 44,99 persen suara sah.

Angka tersebut mengungguli raihan suara pasangan calon lainnya.

Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani meninggal dunia, Jumat (8/4/2016), saat dirawat di RS Abdi Waluyo, Jakarta.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Raja Heri Mukhrizal mengatakan, gubernur berusia 73 tahun itu ke Jakarta untuk menghadiri pengarahan oleh Presiden Joko Widodo kepada kepala dan wakil kepala daerah di Istana Negara, Jumat pagi.

Di tengah pertemuan, Sani mengeluh sakit sehingga dibawa ke RS Abdi Waluyo di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Setelah dirawat beberapa saat, kondisinya memburuk hingga meninggal dunia pada pukul 15.10 WIB.

Hingga Jumat sore, jenazah Sani masih dipersiapkan untuk diterbangkan ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Jenazah akan disemayamkan di Gedung Daerah di Tanjung Pinang.

"Pemakaman belum dipastikan," ujar Heri.

tribun news
Share:

Eks Fasilitator PNPM Harus Ikuti Prosedur Seleksi Pendamping Desa



Keinginan fasilitator program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri diangkat menjadi pendamping desa tanpa seleksi dianggap tak relevan. Sebab, undang-undang memerintahkan pendamping desa harus melalui seleksi secara terbuka.
Selain itu, aturan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berbeda dengan PNPM mandiri karena programnya tidak sama.

Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia Agus Pambagio, pendampingan dan pengawasan dana desa telah melalui prosedur dan aturan yang ditentukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Hal itu tertuang dalam UU No 6 tahun 2014 tentang Desa.

Karena itu, mantan fasilitator PNPM mandiri diminta tak mempermasalahkan aturan main yang dibuat kementerian desa. "Kalau memang mau daftar pendamping desa ya ikuti aturan dari Kementerian Desa tidak perlu lagi pakai aturan PNPM‎," kata Agus, Kamis (17/3).

Agus menambahkan, eks fasilitator PNPM mandiri harus mengikuti prosedur seleksi pendamping dana desa sesuai aturan yang telah ditentukan Kemendes.

Sebelumnya, Dirjen PPMD Ahmad Erani Yustika‎ mengatakan, Kemendes tidak pernah memecat PNPM mandiri sebagai pendamping desa. Namun, kontrak mereka habis sejak Desember 2014 lalu.

"Justru Kemendes sudah berbaik hati untuk memperbantukan eks PNPM pada 2015 guna mengawal masa transisi dana desa yang belum ada pendampingnya," kata Erani.

Dia menambahkan, eks fasilitator PNPM mandiri masih diperbantukan sampai Maret 2016. Jika saat ini mereka berhenti, hal itu dikarenakan pendamping desa sudah berjumlah lebih dari 24 ribu.
"Kalau mereka bilang ada kekosongan pendamping adalah tidak benar. Kemendes mempersilakan untuk mendaftar kembali yang masih berminat menjadi pendamping desa,"‎ ujar Erani.

Sebagaimana diketahui, Kementerian DPDTT bertugas mengawal penggunaan dana desa agar tidak melenceng dari tujuan pokoknya. Guna mmastikan hal itu, Kementerian pimpinan Marwan Jafar itu telah mengeluarkan Peraturan Menteri Desa No. 21 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016 (Permendesa No. 21/2015).

Sebelumnya, Kementerian Desa juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri (Permendesa No. 5/2015) yang mengatur prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2015. Perbedaan dua peraturan tersebut terletak pada tiga hal.

Pertama, sejumlah positive list yang tercantum dalam Permendesa No. 5/2015 dihapus. Kedua, dimasukkannya aspek tipologi desa sebagai salah satu prinsip penggunaan dana desa 2016. Perbedaan terakhir ialah penggunaan dana desa 2016, mengacu pada tingkat perkembangan kemajuan desa yang meliputi kategori desa tertinggal, sangat tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri.

Bukan hanya menerbitkan peraturan penggunaan dana desa, Kementerian DPDTT juga melaksanakan beberapa tindakan strategis pengawasan dan pendampingan dana desa selama 2015.

Di antaranya ialah pembentuan satuan tugas dana desa, membuat unit penanganan pengaduan melalui SMS Center dan media sosial, membangun sistem informasi transparansi keuangan desa sera membentuk tim monitoring dana desa yang bertugas meng-update perkembangannya setiap pekan.

Selain itu, ada juga pengawasan dana desa oleh lembaga swadaya masyarakat dan universitas. Kementerian DPDTT juga telah membentuk kelompok kerja masyarakat sipil pada 14 Maret lalu.

Pokja itu dibentuk untuk mengajak keterlibatan masyarakat sipil guna bersama-sama mengawal pelaksanaan amanat dan mandat Undang-Undang Desa.
Kementerian DPDTT juga telah menyelesaikan revisi beberapa peraturan pemerintah. Yakni PP No. 43 Tahun 2014, PP No.47 Tahun 2015 PP No.60 Tahun 2014 dan PP No.22 Tahun 2015. (*)

sumber: jpnn.com
Share:

Terbaru... Soal Pendampingan Desa, Berikut Siaran Pers IPPMI



 Terkait pendampingan desa, Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) turut bersuara. Hal ini disampaikan melalui siaran pers yang diterima petisinews.com pagi ini (17/3). Berikut pernyataan lengkap IPPMI:

Saatnya menyelamatkan Desa: menempatkan pendamping berkualitas dan memiliki kompetensi sesuai amanat UU Desa.

Undang-Undang Desa yang ditetapkan pada awal Tahun 2014, akan memasuki masa pelaksanaan tahun ke-dua, tahun 2016 dengan alokasi Dana Desa yang semakin besar (setidaknya 46,8 Triliun) dan dananya mulai disalurkan pada akhir Maret 2016.

Namun demikian, pelaksanaan tahun kedua ini bukannya ditandai dengan berbagai pembenahan dan persiapan dukungan bagi desa untuk dapat melaksanakan kewenangannya dengan baik, melainkan justru sebaliknya berbagai usaha menempatkan desa (dan dana desa) menjadi semakin tidak berdaya dengan banyaknya pendamping baru direkrut yang tidak memiliki pengalaman dan kompetensi.

Sementara 11.905 pendamping yang telah ditempatkan sejak Juli 2015 dan telah berpengalaman melakukan pendampingan perencanaan dan pelaksanaan tahun 2015 hingga awal tahun 2016, hingga saat ini tidak diberikan kepastian, dan bahkan beredar isu untuk direkrut ulang dengan sistem dan mekanisme yang hingga saat ini tidak jelas.

Mandat untuk melaksanakan UU Desa secara utuh, dilaksanakan setengah hati ketika sebagian program-program desa tetap menggunakan pendekatan proyek, dan khususnya pengadaan barang dan jasa yang dilakukan secara terpusat (sentralisasi) termasuk pengadaan jasa pendamping, meskipun telah ada mekanisme Dekonsentrasi ke Pemerintah Daerah Provinsi.

Tak kurang, Wakil Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Desa pada tanggal 22 Februari 2016 telah mengingatkan pentingnya merekrut pendamping yang memiliki kompetensi.

Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) mendesak Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta Dewan Perwakilan Rakyat RI untuk segera: Melakukan evaluasi kelembagaan pelaksana implementasi UU Desa, khususnya efektifitas berbagai pelaksanaan sistem birokrasi dan proses bisnisnya, mengingat untuk memberikan dukungan bagi desa-desa untuk melaksanakan kewenangannya, Negara telah menginvestasikan sejumlah program, salah satunya program pendampingan pemberdayaan masyarakat desa setidaknya sebesar Rp 2 Triliun pada tahun 2016. Sebagian besar sumber pembiayaan program tersebut adalah berasal dari pinjaman Bank Dunia yang harus dilunasi oleh anak-cucu negeri ini.

Melakukan penilaian kinerja atas seluruh pendamping yang telah ditempatkan sejak tahun 2015, dengan menggunakan sistem penilaian kinerja yang transparan dan akuntabel serta diterima oleh para pihak termasuk melibatkan Pemerintah Daerah Provinsi/Kab.

Penilaian kinerja diperlukan (dan bukan seleksi/rekrutmen baru) untuk memastikan bahwa desa tetap didampingi selama awal pelaksanaan tahun 2016, terutama dengan akan segera disalurkannya Dana Desa pada akhir Maret 2016. Penilaian kinerja ini digunakan sebagai dasar melakukan perpanjangan kontrak bagi pendamping desa hingga akhir tahun 2016.

Melakukan evaluasi atas berbagai kekisruhan proses rekrutmen pendamping desa. Berbagai fakta dan informasi di lapangan, menunjukkan, bahwa penentuan calon pelamar yang lulus seleksi dilakukan secara sepihak dan terpusat.

Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga ahli dan pendamping yang baru direkrut tersebut tidak memiliki pengalaman dan kompetensi yang memadai. Fakta pelaksanaan rekrutmen terpusat ini telah melanggar prinsip pelaksanaan dekonsentrasi ke Pemerintah Daerah Provinsi.

Memberikan penegasan kebijakan dan regulasi implementasi UU Desa, dengan tidak melakukan perubahan-perubahan aturan yang mendasar dalam kurun waktu yang singkat, yang mengakibatkan desa menjadi gamang dalam pelaksanaannya.

IPPMI memandang untuk pengawalan implementasi UU Desa, saat ini desa sudah mengalami over-regulasi, yang bahkan belum sempat sampai dan dipahami desa, regulasi sudah akan direvisi lagi. Dengan demikian para pihak sebaiknya memfokuskan diri memperkuat dan memfasilitasi agar desa dapat menyelenggarakan kewenangannya sesuai amanat UU Desa.

Dorong agar desa dapat menyelesaikan masalah-masalahnya dalam forum musyawarah desa yang partisipatif dan inklusif.

Pernyataan Identitas: Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) adalah organisasi wadah perkumpulan para pelaku pemberdayaan masyarakat terorganisir sejak tahun 2005 dan telah mengembangkan jejaring pelaku yang tersebar di 30 provinsi dan melakukan kaderisasi bagi sedikitnya 300 ribu pelaku di 365 kabupaten, 4762 kecamatan dan 46413 desa. Organisasi ini diketuai oleh Ibnu Taufan dan Sekretaris Jenderal dijabat oleh John Odhius.

(petisi news)
Share:

Melihat Gerhana Matahari Langsung Merusak Retina Mata? Begini Penjelasannya



Masyarakat Indonesia pasti tak mau melewatkan fenomena gerhana matahari total dan sebagian, Rabu (9/3/2016). Tetapi, melihat fenomena langka ini dengan mata telanjang atau tanpa perlindungan apapun, tidak dianjurkan.

Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, Iwan Sovani mengungkapkan, melihat sinar matahari dengan mata telanjang saat fase gerhana bisa merusak retina mata.

"Sama seperti melihat matahari langsung saat tidak ada gerhana. Kalau saat gerhana, di sisi yang masih terlihat sinar matahari, spektrum cahayanya juga tinggi. Intensitas sinar yang masuk ke mata ini menjadi sangat penting," jelas Iwan saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/3/2016).

Iwan menjelaskan, intensitas cahaya yang tinggi dari matahari bisa masuk ke lubang pupil, kemudian fokus di retina. Akibatnya, suhu di retina bisa meningkat 10-25 derajat celcius. Padahal, peningkatan suhu 4 derajat celsius saja sudah mampu 'membakar' retina mata. Tentu, hal ini sangat tergantung dengan intensitas cahaya atau lamanya menatap matahari.

Mekanisme kerusakan yang terjadi pada mata sama seperti saat melakukan percobaan membuat titik api dari sinar matahari menggunakan kaca pembesar.

"Ibaratnya pakai kaca pembesar yang diarahkan ke matahari, dan difokuskan pada kertas, (kertas) akan mudah terbakar kan? Hal ini persis terjadi pada mata," jelas ahli bedah vitreoretina ini.

Ia mengatakan, meski saat bulan menghalangi matahari, langit akan gelap dan penglihatan tidak silau, bukan berarti gerhana aman dilihat tanpa perlindungan bagi mata.

"Pada waktu terang, pupil mata itu mengecil. Saat gerhana, bulan menutup matahari, kan gelap jadi tidak silau dan pupil mulai membesar. Tapi ketika matahari terlihat, pelan-pelan sinar matahari bisa masuk ke mata, kita enggak sadar. Ini yang dihindari," lanjut Iwan.

Kerusakan mata karena menatap sinar matahari disebut solar retinopaty, sedangkan karena menatap gerhana matahari disebut solar eclipse retinopaty. Kasusnya sangat jarang terjadi karena sangat jarang pula ada manusia yang sengaja menatap matahari terlalu lama.

Gejala kerusakan mata itu antara lain, penglihatan menjadi buram, melihat garis lurus menjadi bengkok atau metamorphopsia, muncul skotoma atau bayangan hitam yang menutupi pandangan, gangguan penglihatan warna, silau, sakit kepala.

Gejala dapat muncul beberapa saat melihat matahari atau beberapa bulan kemudian. Gangguan ini ada yang bersifat sementara dan juga permanen.

Seperti ditulis tim dokter spesialis mata dari Unit Vitreoretina Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, sejauh ini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan kerusakan retina permanen. Untuk itu, meski kasusnya sangat jarang, melakukan pencegahan tentu jauh lebih baik. Gunakanlah kacamata yang dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet maupun inframerah. (*)

sumber: kompas.com
Share:

Dirjen PPMD: Pendamping Desa Akan Dievaluasi


Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Ahmad Erani Yustika, optimis rekrutmen Pendamping Desa akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini ia sampaikan pada pembahasan Penyaluran Dana Desa di kantor Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi .

“Rencana penyaluran Dana Desa 2016 pada 16 Maret ini perlu diimbangi dengan kualitas pendamping desa yang lebih berkualitas. Ia mengaca pada tahun 2015 bahwa dalam proses rekrutmennya masih belum sempurna, “butuh waktu dua sampai tiga tahun untuk membangun sistem yang mapan”, katanya saat

ditemui di ruang media center, Kemendesa PDTT. Evaluasi Pendamping Desa, menurut Dirjen Erani, diperlukan untuk mengimbangi besaran jumlah Dana Desa tahun ini yang meningkat dua kali lipat, dari 20,7 T menjadi 46,9 T, yang diharapkan rencana programnya lebih baik dan mendalaman dalam hal kualitas juga manfaatnya bisa lebih dirasakan masyarakat.

Untuk mengoptimalkan penyaluran Dana Desa tersebut, ujar Erani, Kementerian Desa PDTT sudah membentuk Satgas Desa yang tugas pokoknya, pertama, mengidentifikasi keperluan bagi munculnya regulasi yang baru.

“Kedua, advokasi menyangkut kebijakan atau pun dilapangan, jika terjadi persoalan-persoalan tertentu yang lebih spesifik, misalnya jika terjadi penyalahgunaan,” ujarnya. “Ketiga, kita juga melakukan monitoring atas kasus-kasus yang terjadi, misalnya jika ada keterlambatan penyaluran dana desa,” ujar Ahmad Erani.

Setelah penyaluran dana desa tersebut, diharapkan Pendamping Desa sudah siap. “Kita akan mengevaluasi pendamping desa dulu, kan yang Tenaga Ahli, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa itu berakhir pada akhir bulan Maret ini, kontraknya akan kita evaluasi,” ujarnya.

“kan tidak semuanya keluar, setelah itu kita akan melakukan seleksi baru. Hanya orang-orang yang betul-betul kinerjanya bagus yang akan kita teruskan, mereka yang keluar dari itu akan kita cari gantinya lewat mekanisme seleksi. Ini semua masih dalam proses,” kata Erani.

Ia menambahkan, pengalaman dari tahun lalu bahwa Kepala Desa dan Perangkat Desa sudah jauh lebih siap. “Pasti akan lebih bagus dari tahun kemarin,” tegasnya optimis.

Kemendesa PDTT pada tahun 2015 sudah merekrut 26 ribu Tenaga Pendamping untuk membantu pengelolaan dana desa, yang terdiri dari 21 ribu Pendamping Lokal Desa, 4000 Pendamping Desa di Kecamatan dan 930 Tenaga Ahli di Kabupaten/Kota. (Katakini.com)
Share:

Labels

Blog Archive

Berita Pilihan

BANGGA Kerinci Ditetapkan Sebagai top Branding Pariwisata Provinsi Jambi

Kabupaten Kerinci akhirnya ditetapkan sebagai branding pariwisata Provinsi Jambi oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia. Penetapan ...